Minggu, 29 Januari 2012

Untuk dirimu, buah hatiku...

Jujur menjadi seorang ibu, seorang bunda saat ini, merupakan pembelajaran saya dalam mengelola emosi dan amarah. Juga membuat saya bisa mengendalikan lisan dengan perkataan baik dan jujur.

Bagaimana tidak, ketika kita dihadapkan oleh kelakuan anak yang rewel dan tidak mau dinasehati, atau tidak mau ditinggal sebentar, karena bundanya ada keperluan mendadak, darah akan mendidih, panik menyerang, dan tentu saja akal sehat untuk berkata baik dan lemah lembut pun terkunci rapat-rapat... :(
walaupun sebenarnya saya sendiri sebagai bunda tidak mau dan tidak suka kata-kata makian terlontar dari mulut ini (Alhamdulillah masih bisa dikontrol,meski darah di dalam tubuh sdh mendidih dan matang..) hahaha..

Ada kalanya juga "di kalangan orang tua", demi si anak mau diam dari tangisnya, atau mau ditinggal pergi Papa-Bunda nya karena ada urusan, atau agar makanan bisa berhasil masuk ke mulut si anak, orang tua rela berbohong dan memberikan janji-janji palsu agar anak tidak sedih, tidak tersakiti dan tidak terkecewakan.
Padahal sesungguhnya,dalam firmanNya:

Dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan teturunan di belakang mereka dalam keadaan lemah yang senantiasa mereka khawatiri. Maka dari itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang lurus benar. (QSnAn Nisaa’ 9) 

Ya. Salah satu pinta yang sering diulang Ibrahim dalam doa-doanya adalah mohon agar diberi lisan yang shidiq. Dan lisan shidiq itulah yang agaknya ia pergunakan juga untuk membesarkan putera-puteranya sehingga mereka menjadi anak-anak yang tangguh, kokoh jiwanya, mulia wataknya, dan mampu melakukan hal-hal besar bagi ummat dan agama (Salim A Fillah).

 

Hal ini juga bahan introspeksi saya selama ini.. selama saya menjadi bunda dari Nayya dan Serhan. Waktu Nayya masi kecil, sekitar umur 1,5 tahun - 2 tahun, dan saya harus menitipkannya dengan neneknya, karena ada urusan yang harus diselesaikan, saya sering "berbohong" agar dia mau ditinggal dengan neneknya... :(    Menyesal??? Jelas skrg saya menyesal....:(
Karena nantinya dia bisa saja berpikiran kalau "berbohong" itu baik.. hiksssss (huwaaa...!!)
Maafkan bunda nak..!! ga lagi-lagi deh nak... ampunnnnnn....

Alangkah indahnya kan kalau,kita menjelaskan dengan baik-baik dan jujur, akan kemana kita pergi ada urusan apa, dan bisa pulang jam berapa...sekaligus mohon doanya, "doakan urusan bunda lancar yah nakkk..." . Tatap mata nya dengan penuh cinta kasih, belai rambutnya, dan cium pipi serta keningnya... jangan lupa beri dia dekapan penuh cinta dan hangat dari dalam hati... Dan ajaib!! dia pasti akan mengizinkan kita pergi dengan hati lapang, dan tanpa "berbohong"... diantar ke depan pintu dengan senyuman dan lambaian kasih sayang dari si buah hati... :)

Pengalaman saya, ada kata-kata tambahan ketika saya melangkahkan kaki keluar.. " Bunnn, jangan lupa beliin oleh-oleh untuk Una yahh..." atau " Bunnnn...beliin Una sesuatu yah.." hehehe.... meleleh hati ini, pastinya tiap kluar rumah, tidak pernah ketinggalan untuk membelikannya 'sesuatu", meskipun itu berupa barang yang harganya tidak lebih dari 2rb rupiah... Sampai dirumah pasti dia tagih dan barang itu pun akan dipegang terus selama dia main,bahkan sampai dia tidur, tetap dipegang dan dipeluknya... Subhanallah nak....!!!

Terus dan jangan pernah bosan untuk menyadarkan Bunda, agar Bunda bisa berbuat lebih baik untuk Una, dan untuk adik-adik nantinya :)
Terimakasih selalu membuat Bunda introspeksi diri dalam membimbing mu nak, membimbingmu ke jalan kebaikan... Bunda sayang Una dan adek Cean karena Allah... mmmuuuuuaaaahhhhhh :)


Selasa, 10 Januari 2012

U touching me..!

Cukup lama juga saya ga nulis di blog nih.. 2 bulan boo!!! ini semua mentang-mentang saya udah mulai aktif berjualan di online shop (haha...promosi sekalian...)

Hari ini tiba2 mau curhat... tadi malam entah kenapa saya amat sangat terenyuh dan kasian ngeliat anak minta barang yang sebenarnya itu udah pesenan orang dan mau diambil kerumah. Cuma sendok set Winnie the Pooh stainless steel sebenernya, tapi begitu mau diambil sama orangnya dia langsung ngerengek dan memohon biar sendok itu buat dia.

"bunnn...untuk una aja sendoknya...bun..bun... una suka sama sendoknya...bun.. ya bun yaaa.." rengekan umum anak2 seusianya mungkin ya (Una, 3 tahun 3 bulan..). Tapi kok ga terasa ada guratan kesedihan di mukanya, ga seperti biasanya... mungkin karena dia baru sembuh dari sakit selama seminggu yah... (nyambung kan yaa..?)..maksudnya ekspresi mukanya tuh bikin sedihhhh...
Dan saya pun ga sadar ada setetes airmata yang mengalir di pipi (lebayyy ceritanya...hihi).. kok ya beli barang dagangan sampe lupa ga beliin anak oleh2 sedikitpun..

Pelukan di jembatan Ampera
My little Queen,Una , itu tipe anak yang kalo dikasi sesuatu, barang atau bahkan mainan yang beli di abang-abang sekalipun, bener-bener di"junjung tinggi" banget..bahkan dia bawa dan peluk saat dia tidur.. (hhmmm....cium dulu ahhh nak!)..

"Mudah-mudahan nanti jadi anak soleha yang selalu menjungjung tinggi kebenaran dan jadi anak yang bisa memegang amanah yah nak...." 


Malemnya bbm an sama papanya, dan cerita.. dia juga ikutan nangis (orangtua lebay...) dan katanya klo tiap pergi beli barang harus beliin dia oleh2...hehe, papanya ini juga termasuk orang yang ga tegaan sama anak... apa aja maunya anak pasti dibeliin.hmmmm bahaya juga nih yaaa...hihi..

Maafkan bunda yang masi suka marah kalo Una ga nurut sama Bunda..
Maafkan bunda yang masi suka ga dengerin Una cerita dan malah asyik sendiri...
Maafkan bunda yang suka maksain Una makan dan minum obat waktu sakit...
Maafkan bunda kalo bunda masi suka ga sabar ngeliat tingkah polahmu...
Maafkan bunda belum bisa menjadi yang terbaik untuk dirimu..
Bunda masi harus selalu belajar, belajar dan belajar untuk jadi madrasah kecil bagi kehidupanmu..

Smoga papa dan bunda selalu diberkahi Allah rejeki yah nak.. biar papa bunda bisa selalu memberikan yang terbaik untuk Unaa....





Senin, 28 November 2011

"Aku punya papa.."


Weekend kemarin (27-28 November 2011) saya dan Nayya baru pulang dari liburan di Villa Laut Biru, Anyer. Senang sekali melihat dia mau ikut berenang sama sepupu dan om2 nya.......

"Jilbabnya betulin dulu ya nak..!"
Yang kurang adalah kehadiran seorang papa Ichan di liburan ini. Hari pertama, dia bisa menikmati liburan dan acara berenang..karena Nayya diajak main dan berenang oleh Om nya,yang juga sepupuku.tapi di hari kedua,,dia mulai cemberut dan bete karena tidak ada laki-laki yang mau ajak dia berenang.dan semua Om nya pun sibuk dengan anak masing2.

Alhasil dia hanya duduk di tepi kolam,dan nyanyi2 sendiri........ kasian liatnya...pasti di hati kecilnya,walopun dia masih kecil tetap akan ada pertanyaan yang terselip.. "enak yah kakak-kakak bisa main sama papanya..aku cm ada bunda.." tapi memang saat itu tidak terpikir sama saya kalau dia bisa sedih,hehe...namanya juga manusia ya,mau kecil mau besar tetap punya perasaan...:)
Saat itu saya ga mau nyebur sebenernya,tp karena ngeliat anak kecil yang keriting ini ngerengek minta berenang, akhirnya saya memutuskan untuk menemani Nayya berenang..senangnya luar biasa...untuk kategori baru pertama kali berenang,saya akui nyali dan semangatnya sangat besar.

Ba'da Zuhur kami on the way pulang.... setelah sampai di Semanggi, papa nya menelpon dan berbicara dengannya..  dengan gaya bawel plus mulut monyong nya kalo lagi ngomong, dia ceritakan semua kegembiraan dan liburannya di Anyer.. wowww...amazing!!!!
di tengah2 percakapan dia sama si papa...tiba-tiba dia nyeletuk ke sepupu-sepupunya dengan gaya nyombong dan nyolot.. " Aku punya papa donk....!!" Omaigodddd,bagaikan disambar petir di siang bolong..nganga..bengong..terperangah...ga nyangka dia akan ngomong itu... artinya selama ini dia pasti berpikiran kalau kemana-mana hanya ditemani bunda,nenek,ungku,dan acik,minus papa, itu berasa hampa..pastinya dia ada juga perasaan, anak-anak lain main sama papa nya, aku kok ngga ya... :'(
Jalan pagi di Sungai Musi
sedih dengernya..celotehan anak-anak yang ringan tapi jleb!!   dan pastinya papa Ichan juga sedih dengernyaa.. Ya ampun nak! maafkan papa dan bunda yang belum bisa bersama2 dalam satu atap..tapi suatu hari pasti itu akan terwujud ya sayangggg...:)

tetaplah menjadi anak soleha yang membanggakan papa-bunda..inshaAllah kami tidak akan menyia-nyiakan kebahagiaan dan hidupmu nak....!!

Love u so much keriting ku....



Jumat, 04 November 2011

Kehamilan kedua dan lagi-lagi LDR

Setelah bidadari cantik kami lahir, di usianya yg ke 14 bulan, tiba-tiba dia langsung menyapih dirinya sendiri... saya bingung,ada apa ini...
Jawabannya pun muncul di bulan berikutnya..saya mengalami telat datang bulan selama 2 minggu. Saat itu kebetulan suami sedang di Jakarta,mempersiapkan perjalanannya menuju Jeddah untuk bertugas.Keberangkatannya dijadwalkan akhir bulan Februari 2010.


Dan ternyata saya positif hamil!! sudah 6 minggu usia kandungannya.. Bukan main senangnya,karena kami tidak ada rencana sama sekali untuk menambah anak.. Let it flow saja... Alhamdulillah kami dipercayakan dan dianugrahkan satu amanah lagi dari Allah...


Walaupun kami sekali lagi dihadapkan oleh kenyataan harus berpisah selama setahun, karena suami harus bertugas di Saudi. Seluruh perasaan bercampur jadi satu, senang karena saya bisa hamil anak kedua, sedih karena harus ditinggalkan bertugas oleh suami...


@Bandara, nganterin papa ichan



3 bulan setelahnya... 
Saya dihadapkan berbagai pertanyaan dari orang2 yang tidak mengerti kondisi kami sesungguhnya... "kenapa tidak menyusul saja..?" -- "kenapa ga ikut tinggal sama suami..?"
Siapa yang ga mau nyusul dan tinggal sama suami..hanya saja kami ada beberapa pertimbangan,selain kondisi kehamilan yang hamil muda,juga kondisi yg lain...:)

Dan,ketika kndisi memungkinkan untuk nyusul...ehhh tau2 udah 7 bulan saja...sudah dilarang untuk terbang jauh..Alhasil kami harus mensyukuri dan menikmati hubungan jarak jauh ini... Kalau ikhlas dan saling percaya, inshaAllah semuanya terasa mudah... :)

Omongan orang yang suka bikin sakit kuping dan nyakitin hati, yaa cuekin ajaa...
Tidak semua orang sesuai dengan harapan kita,maksudnya kita pengen nih orang begini ke kita,ga akan bisa, yang ada kita harus selalu memahami isi pikiran masing-masing orang..tiap orang kan karakternya beda-beda..so, dia mau ngomongin apa tentang hidup kita,yah cuek aja, istilah kerennya berlapang dada lah..issshhh susah tuh jd orang kayak gitu...hehehe..

"The more often people talk behind your back, the more often you're on their mind. Be proud..!"

hmm..Quote diatas lumayan bikin hati jadi terhibur sedikit...hehe... :)


Skype *mode on* 
Satu-satunya cara melepas rindu selama setahun ya cuma ini aja nih modalnya...skype!! pasang internet unlimited, beli kamera external untuk kompi, dannnnnnn bisa tatep-tatepan deh... 
Kadang klo hari jumat (hari libur di Saudi) dateng, mulai dari abis subuh sampe disana shalat jumat ga putus-putus..Alhasil bisa ngeliat aktivitas suami tercinta disan,begitu pun suami bisa liat aktivitas anak2 di Jakarta..
Wawwww.. Great...!!! :)




Sekarang udah lewat donk, masa-masa kayak gitu..udah tugas di Jakarta ajah, walaupun di luar kota dan bisa ketemu cuma sekali sebulan paling cepet...hehe...
Hasrat untuk dampingin suami kerja di luar kota padahal tinggi loh..tapi suami melarang dengan pertimbangan anak-anak, dan jarak yang jauh dari daerah tempat kerja ke kota besarnya...


Tapi, kita nikmati semuanya...segala proses kehidupan, tiap rinci, tiap detail, yang Allah atur dan tetapkan untuk kita, kita nikmati dan syukuri semuaaa.... :)










"Make ur life ur masterpiece...!!!"







Rabu, 26 Oktober 2011

Ya Allah...

Ya Allah…


Ketika ku katakan : Hamba disakiti
Engkau menjawab : “… janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah” (QS 39:53)


Ketika ku katakan : Tak ada yang mengerti kegalauan hati hamba
Engkau menjawab : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS 13:28)


Ketika ku katakan : Begitu banyak orang yang menyakiti hamba
Engkau menjawab : “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (QS. 3:159)


Ketika ku katakan : Hamba sangat kesepian
Engkau menjawab : “Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. 50:16)


Ketika ku katakan : Dosa hamba melimpah
Engkau menjawab : “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah.” (QS. 3:135)


Ketika ku katakan : Jangan tinggalkan hamba
Engkau menjawab : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. 2:152)


Ketika ku katakan : Masalah hamba sangat banyak
Engkau menjawab : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. 65:2)


Ketika ku katakan : Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata
Engkau menjawab : Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. 40:60)


Ya, Allah…
Bagaimana mungkin hamba-Mu yang hina ini tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga?
I LOVE ALLAH ♥

Kamis, 13 Oktober 2011

Dan,Bidadari Cantik pun lahir...

Sore itu,Sabtu 25 Oktober 2008, seperti biasa, jadwal saya kontrol ke dokter. Ditemani suami,mama,dan papa,saya pergi ke RS tanpa ada keluhan apa-apa. Berhubung usia kehamilan sudah 41 minggu (kebayang gedenya seperti apa..), saya sudah persiapkan tas untuk persalinan di mobil.

Ketika giliran saya masuk ruang periksa dokter, dokter memeriksa dengan teliti, dan menjelaskan bahwa plasenta saya sudah pengapuran, harus segera dilakukan persalinan. Pengapuran pada plasenta merupakan tanda menuanya plasenta yang bisa dilihat saat pemeriksaan USG. Akan tampak seperti bintik putih yang tersebar dari dasar plasenta hingga permukaannya. Pengapuran plasenta sebenarnya deposit kalsium, akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang pecah sehingga terjadi penimbunan kalsium. Bila terjadi pada trimester ketiga usia kehamilan, pengapuran plasenta masih dianggap normal. Dapat berbahaya jika terjadi pengapuran pada awal kehamilan. Deposit ini bisa menyebabkan jaringan plasenta yang ditempatinya menjadi jaringan ikat. Deposit ini juga bisa menyumbat pembuluh darah di plasenta. Bukan tidak mungkin, malfungsi plasenta ke janin menjadi buruk. Pun asupan nutrisi dan oksigen yang semustinya diterima janin menjadi terhambat.

Saat itu saya belum ada mulas dan kontraksi,sedangkan saya ingin sekali melakukan persalinan normal,ingin merasakan sakitnya,hehe.... kemudian dokter menyarankan untuk tindakan induksi.  
Induksi persalinan adalah suatu upaya stimulasi mulainya proses persalinan (dari tidak ada tanda-tanda persalinan, kemudian distimulasi menjadi ada). Biasanya dilakukan di usia kehamilan >40 minggu alias overdue (melewati tanggal perkiraan lahir). Kebetulan saya diinduksi dengan 2 teman senam hamil saya. Hari itu ada 5 orang yang diinduksi, termasuk saya. 


Sempet2an moto lg diinduksi


Saya diinduksi mulai pukul 5 sore, namun sampai pukul 1 dini hari, baru bukaan 1, sedangkan 1 teman saya sudah melahirkan lebih dulu. Tepat pada pukul 3 sore hari Minggu, dokter memutuskan untuk operasi caesar, karena induksi hanya bisa dilakukan 23 jam,dan juga saat itu kondisi saya sudah lemah karena kontraksi dan mulas yang berlebihan pdhl bukaan hanya 3 :(... sedih tidak bisa melahirkan normal, tp itu sudah jalan dari Allah. Saya pun dipersiapkan untuk operasi, selang induksi dibuka, saya puasa sampai pukul 4. 
Pukul 4 teng saya masuk ruang operasi, sendirian...takut bercampur senang... setelah dibius, operasi pun dilakukan. 

Tepat pukul 4 lewat 15 menit, terdengar tangisan cantik yang terurai dari bibir mungil bidadari kami.. Subhanallah!!tidak sadar airmata saya pun berlinang..Kata suami,saat tangis itu terdengar, dia langsung sujud syukur di depan ruang operasi :)... Setelah bayi dibersihkan, bayi langsung diletakkan di atas dada saya untuk proses IMD. Kata2 yang terlontar dari mulut dokter saat itu "sudah keluar bayinya bu..sangat cantik,dan sangat bersih, ga ada lemaknya sama sekali...bagus bu..!"
Setelah itu saya langsung dibius total, dan masuk ruang pemulihan. Menggigil kedinginan karena reaksi obat bius benar2 membuat luka operasi ini "bergetar" tiada tara.Ngiluuuuuu.....

Pukul 7 malam saya pun masuk ruang perawatan. Bidadari cantik itu kami namakan Khansa Queennayyara Ichsan , dengan harapan supaya kelak dia bisa menjadi cahaya dari seorang wanita yang kuat memegang prinsip di atas jalan yang lurus, dengan kata lain bisa menjadi mujahidah yang kuat pendiriannya dan baik hati..seperti AL KHANSA binti AMRU, ibu para SYUHADA,seorang sahabat Rasulullah, seorang penyair handal di zamannya, wanita yang tangguh yang melahirkan para syuhada, Subhanallah... Nama itu kan harapan dan doa orangtua...bukan begitu??hehe :)
Una begitu nama panggilan sayang kami kepadanya lahir dengan BB 2,95 kg, panjang 49 cm. Una dalam bahasa Spanyol artinya pertama, merupakan anak pertama kami yang inshaAllah bisa menjadi penyejuk hati kami.. :)



Assalamualaikum Soleha..
Di pangkuan Nenekmama


Tangisan bidadari



First kiss from papa

Kini,hampir 3 tahun sudah, Una menemani hari-hari kami... Tanggal 26 Oktober 2011 ini umurnya menginjak 3 tahun. Tidak terasa segala hal yang kami lalui bersamanya, menjadi orangtua, teman, sahabat, bahkan menjadi anak seumurannya, sudah 3 tahun kami jalani. Semoga engkau menjadi Qurrota 'ayyun bagi papa bunda, menjadi kebanggaan papa bunda, selalu takwa sama Allah, sayang sama papa bunda, dan menjadi mujahidah yang bermanfaat kelak untuk agama, orang2 di sekitar Una, dan juga bangsa & negara.... aminnnn... :)

bidadari kami Una (3 tahun)
" Ya Allah, izin kan kami menjaga amanah Mu ini sampai maut menjemput kami.. izinkan kami dapat membimbingnya menjadi anak penyejuk hati kami yang cerdas dan soleha...amin.."

Selasa, 04 Oktober 2011

CINTA DAN EGOIS DALAM RUMAHTANGGA

by Yusuf Mansyur

Susurilah cinta yang hilang di jalan iman. Buanglah kerikil ego yang menghalangi. Sebab ego hanya membina tembok pemisah di antara dua hati walaupun fisik masih hidup sebumbung. Mungkin di khalayak ramai, masih tersenyum dan mampu ‘menyamar’ sebagai pasangan yang ideal tetapi hati masing-masing TST (tahu sama tahu), di mana kemesraan sudah tiada lagi.

Pasangan yang begitu, boleh menipu orang lain. Namun, mampukah mereka menipu diri sendiri? Yang retak akhirnya terbelah. Penceraian berlaku. Mereka berpisah. Masyarakat yang melihat dari jauh pelik, mengapa begitu mesra tiba-tiba berpisah? Tidak ada kilat, tidak ada guntur, tiba-tiba ribut melanda. Oh, mereka tertipu. Perpaduan yang mereka lihat selama ini hanyalah sinetron.

Allah membongkar rahasia ini dalam firman-Nya:

“Kamu lihat saja mereka bersatu tetapi hati mereka berpecah.”

Carilah di mana Allah di dalam rumah tangga mu. Apakah Allah masih dibesarkan dalam solat yang kau dirikan bersama ahli keluarga mu? Apakah sudah lama rumah mu telah menjadi pusara akibat kegersangan dzikir dan suara bacaan al-Quran? Apakah sudah luput majelis ilmu yang menjadi tonggak dalam rumah tanggamu? Di mana pesan-pesan iman dan wasiat taqwa yang menjadi penawar ujian kebosanan, kejemuan dan keletihan ini?

Penyakit ego akan senantiasa menimpa jika hati sudah tidak terasa lagi kebesaran Allah. Orang yang ego hanya melihat kebesaran dirinya lalu memandang hina pasangannya. Hati yang ego itu haruslah segera dibasuh kembali dengan rasa bertauhid menelusuri ibadah-ibadah --khususnya melalui shalat, membaca al-Quran, berzikir, bersedekah– dan yang paling penting adalah majelis ilmu.

Allah berfirman:
“Dan berilah peringatan. Sesungguhnya peringatan itu memberi manfaat kepada orang mukmin.” (Adz-Dzariyat ayat 55)

Sedangkan orang mukmin saja perlu diperingatkan, apatah lagi kita yang belum mukmin? Iman itu, seperti yang dimaksudkan hadits, boleh bertmbah dan berkurang. Untuk memastikan ia sentiasa bertahan atau bertambah, hati perlu bermujahadah. Lawan hawa nafsu yang mengajak kepada ketakaburan dengan mengingat bahwa Allah sangat membenci kepada orang yang takabur, walaupun sasaran takabur itu adalah suami atau isteri sendiri.

Bila terasa bersalah, jangan malu mengaku salah. Segeranya mengakuinya dan hulurkan kata meminta maaf. Ular yang menyusur akar tidak akan hilang bisanya. Begitulah suami yang meminta maaf kepada isterinya. Dia tidak akan hilang kewibawaannya bahkan akan bertambah tinggi. Bukankah orang yang merendahkan diri akan ditinggikan Allah derajat dan martabatnya? Lunturkan ego diri dengan membiasakan diri meminta maaf.

Tidak masalah ketika kita rasa kita adalah yang benar, lebih-lebih lagi apabila jika kita yang bersalah.
Ini juga berlaku pada para lelaki. Lelaki yang “tewas” ialah lelaki yang sukar mengaku salah dan senantiasa tidak ingin mengalah. Saat itulah dia telah memiliki salah satu dari tiga ciri takabur, yakni menolak adanya kebenaran.

Akuilah kebenaran walaupun kebenaran itu berada di pihak isteri. Tunduk kepada kebenaran artinya tunduk kepada Allah. Jangan bimbang hanya karena takut dikatakan “laki-laki takut isteri”. Kita hanya takut pada Allah. Sebab Allah sangat membenci orang yang takabur.


Begitu juga isteri. Jika sudah terbukti bersalah, akui sajalah. Dalam pertelagaan antara suami dan isteri, apakah penting siapa yang menang, atau siapa yang kalah?

Kita berada di dalam gelanggang rumah tangga bukan berada di ruang mahkamah. Kesalahan suami adalah kesalahan kita juga dan begitulah sebaliknya. Rumah tangga wadah segalanya. Perkawinan adalah suatu hubungan, bukan satu persaingan. Andai kita “menang” pun, lantas  apa gunanya? Padahal, kita akan terus hidup bersama, tidur sebantal dan berteduh di bawah naungan yang sama.

Mujahadahlah sekuat-kuatnya menentang ego ini. Bisikan selalu di hati, bahwa Allah selalu mencintai orang yang merendah diri dan Allah sangat membenci orang yang tinggi diri. Pandanglah pasangan kita sebagai sahabat yang paling rapat. Kita dan dia hakikatnya satu. Ya, hati kita masih dua, tetapi dengan iman ia menjadi satu. Bukan satu dari segi bilangannya, tetapi satu dari segi rasa.

Sekali lagi, ingatlah satu hal, hanya dengan iman, takabur akan luntur dan cinta akan subur!.

Jika paku boleh berkarat, semen boleh retak, maka begitulah iman, ia juga akan naik dan menurun. Iman itu ada “virusnya”. Virus iman ialah ego (takabur). Jangan ada takabur, karena cinta pasti hancur. Orang takabur merasa dirinya lebih mulia dan pasangannya lebih hina. Jika demikian, manakah ada cinta? Cinta itu ibarat dua tangan yang saling bersentuhan. Tidak ada tangan yang lebih bersih. Dengan bersentuhan, keduanya saling membersihkan.

“Kau isteri, aku suami”, “Aku ketua, kau pengikutnya”, “Aku putuskan, kau hanya ikut saja”, “Jangan coba-coba menentang!”, begitulah ego dan rasa takabur itu. Akibat takabur,  istri tak berkutik tanpa boleh bersuara. Sedikit bicara saja ia sudah dibentak. Senyap-senyap, isteri menyimpan rasa dendam. Suami ‘disabotase’ dalam diam. Tegur suami, dijawabnya acuh tak acuh. Senyum yang semula bak mawar akhirnya menjadi tawar dan hambar. Perlahan-lahan, jarak hati semakin jauh dan cinta semakin rapuh.

Ada pula isteri yang tak kalah ego.  Tidak jarang meninggikan suara. Kesalahan suami yang sedikit saja bisa menjadi urusan panjang. Anak-anak ditelantarkan dan dapur dibiarkan berserakan.  “Rasakan akibatnya jika berani menentang aku,” bagitu dalam hatinya.

“Mengaku salah tidak sekali. Minta maaf, pantang sekali,” begitu istilah Malaysia bagi orang yang enggan mengaku salah dan tidak mahu meminta maaf.

Karena ego, pasangan suami-istri sering silap di luar batas. Suara yang meninggi, pintu yang di dihempaskan dengan kuat,atau hardikan pada sang isteri di hadapan anak-anak. Ada juga suami yang menghardik isteri di hadapan saudara bahkan tamunya yang datang.

Para istri juga punya ego. Mungkin karena merasa tidak sekuasa suami, atau tak memiliki keberanian, si isteri menunjukkan egonya dengan bermacam-macam-macam ragam. Mungkin karena tak ada kebaranian berkacak pinggang di depan suami, ia  akan memalingkan badan dan mukanya ketika di tempat tidur.

Alhasil, cuaca rumah tangga menjadi muram. Rumah hanya jadi house tidak jadi home lagi. Tidak ada keceriaan, kehidupan dan manis dan kelembutan lagi. Semuanya bungkam. Ya, rumah (house) hanya sebuah bangungan yang didirikan dari bahan batu, kayu dan semen. Sementara rumah tangga (home) dibina dengan kasih sayang, cinta dan sikap saling menghormati.

Tidak ada rindu yang menanti suami ketika pulang dari bekerja. Tidak ada kasih yang hendak dicurahkan oleh suami kepada isteri yang menanti di rumah. Anak-anak tak lagi memiki kegairahan hidup.

Jaman sekarang disaat peradaban  jauh dari nilai keislaman dan keimanan, dan banyaknya pemalingan dari nilai-nilai akidah, dimana kehidupan ini sebenarnya hanya milik Allah, kita semua harus senantiasa menjaga diri beserta keluarga, menghamba kepada Allah, memegang Qur'an dan Sunnah, ikutilan tuntunan Nabi dan para shahabatnya karena itulah cahaya, dan merekalah sepantasnya harus diikutin tanpa banyak nanya, mengeluh, dan merasa susah, karena itu karena mungkin kita kelamaan dijajah oleh jaman modernisasi yang bila tidak pintar-pintar memilah dan memilih kita senantiasa dalam kelalaian ini, padahal menjaga diri beserta keluarga itulah bagian dari ibadah, bagian dari kewajiban kita mengikuti hidayah Allah, sebagai bukti penyembahan dan kepatuhan seorang hamba kepada Robb-Nya didalam kehidupan yang fana ini.


Sumber:  http://www.facebook.com/notes/yusuf-mansur-network/cinta-dan-egois-dalam-rumahtangga/10150386860060210